Bab Apa yang Menutupi Shalat
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عُبَيْدٍ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ كُنَّا نُصَلِّي وَالدَّوَابُّ تَمُرُّ بَيْنَ أَيْدِينَا فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ ـ ﷺ ـ فَقَالَ " مِثْلُ مُؤْخِرَةِ الرَّحْلِ تَكُونُ بَيْنَ يَدَىْ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَضُرُّهُ مَنْ مَرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ " .
Dari Musa bin Talhah, ayahnya berkata: 'Kami biasa shalat sementara binatang-binatang melintas di depan kami. Hal itu disebutkan kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau bersabda: 'Jika sesuatu seperti belakang pelana diletakkan di depan salah seorang di antara kalian, maka tidak mengapa siapa pun yang melintas di depannya.'