Bab Penegasan dalam Tidak Hadir ke Jamaah
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي رَزِينٍ، عَنِ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ، قَالَ قُلْتُ لِلنَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ إِنِّي كَبِيرٌ ضَرِيرٌ شَاسِعُ الدَّارِ وَلَيْسَ لِي قَائِدٌ يُلاَوِمُنِي فَهَلْ تَجِدُ لِي مِنْ رُخْصَةٍ قَالَ " هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ " . قُلْتُ نَعَمْ . قَالَ " مَا أَجِدُ لَكَ رُخْصَةً " .
Diriwayatkan bahwa Ibn Umm Maktum berkata: 'Saya berkata kepada Nabi: 'Saya seorang yang tua dan buta; rumah saya jauh, dan saya tidak punya orang yang bisa memandu saya. Apakah ada keringanan untuk saya tidak menghadiri shalat di masjid?' Beliau berkata: 'Apakah kamu bisa mendengar panggilan?' Saya menjawab: 'Ya.' Beliau berkata: 'Maka saya tidak menemukan keringanan untukmu.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
