Bab Pengulangan dalam Adzan
haddatsana muhammadu ibnu bassyarin, wamuhammadu ibnu yahya, qala haddatsana abu ashimin, anbaana abnu jurayjin, akhbarani abdu alazizi ibnu abdi almaliki ibni abi mahdzuraha, an abdi allahi ibni muhayrizin, - wakana yatiman fi hijri abi mahdzuraha ibni miyarin hina jahhazahu ila assyami - faqultu labi mahdzuraha a ammi inni kharijun ila assyami wainni usalu an tadzinika faakhbarani anna aba mahdzuraha qala kharajtu fi nafarin fakunna bibadhi atthariqi faaddzana muaddzinu rasuli allahi biasshalahi inda rasuli allahi fasamina shawta almuaddzini wanahnu anhu mutanakkibuna fasharakhna nahkihi nahzau bihi fasamia rasulu allahi faarsala ilayna qawman faaqaduna bayna yadayhi faqala " ayyukumu adzi samitu shawtahu qadi artafaa ". faasyara ilaa alqawmu kulluhum washadaqu faarsala kullahum wahabasani waqala li " qum faaddzin ". faqumtu wala syaa akrahu ilaa min rasuli allahi wala mimma yamuruni bihi faqumtu bayna yada rasuli allahi faalqa alaa rasulu allahi attadzina huwa ibinafsihi faqala " quli allahu akbaru allahu akbaru allahu akbaru allahu akbaru asyhadu an la ilaha ila allahu asyhadu an la ilaha ila allahu asyhadu anna muhammadan rasulu allahi asyhadu anna muhammadan rasulu allahi ". tsumma qala li " arji famudda min shawtika asyhadu an la ilaha ila allahu asyhadu an la ilaha ila allahu asyhadu anna muhammadan rasulu allahi asyhadu anna muhammadan rasulu allahi haa ala asshalahi haa ala asshalahi haa ala alfalahi haa ala alfalahi allahu akbaru allahu akbaru la ilaha ila allahu ". tsumma daani hina qadhaytu attadzina faathani shurrahan fiha syaun min fiddhahin tsumma wadhaa yadahu ala nashiyahi abi mahdzuraha tsumma amarraha ala wajhihi min bayni yadayhi tsumma ala kabidihi tsumma balaghat yadu rasuli allahi surraha abi mahdzuraha tsumma qala rasulu allahi " baraka allahu laka wabaraka alayka ". faqultu ya rasula allahi amartani biattadzini bimakkaha qala " naam qad amartuka ". fadzahaba kullu syain kana lirasuli allahi min karahiyahin waada dzalika kulluhu mahabbahan lirasuli allahi faqadimtu ala attabi ibni asidin amili rasuli allahi bimakkaha faaddzantu maahu biasshalahi ala amri rasuli allahi. qala waakhbarani dzalika man adraka aba mahdzuraha ala ma akhbarani abdu allahi ibnu muhayrizin.
Ibn Juraij meriwayatkan: "Abdul-Aziz bin Abdul-Malik bin Abu Mahdhurah meriwayatkan dari Abdullah bin Muhairiz yang merupakan seorang yatim di bawah asuhan Abu Mahdhurah, bahwa ketika ia mempersiapkannya untuk pergi ke Syam, ia berkata: 'Wahai pamanku, aku akan pergi ke Syam, dan aku akan ditanya tentang bagaimana kamu memulai Adzan.' Maka ia memberitahuku bahwa Abu Mahdhurah berkata: 'Aku pergi bersama sekelompok orang, dan kami berada di suatu tempat di jalan, ketika Mu'adh-dhin Rasulullah (S.A.W) mengumandangkan panggilan shalat di hadapan Rasulullah. Kami mendengar suara Mu'adh-dhin, dan kami menjauhinya (Adzan), sehingga kami mulai berteriak, menirunya dan mengejeknya. Rasulullah (S.A.W) mendengar kami, maka ia mengutus beberapa orang yang membawa kami untuk duduk di hadapannya. Ia berkata: 'Siapa yang suaranya aku dengar begitu keras?' Semua orang menunjuk kepadaku, dan mereka berkata benar. Ia mengirim mereka semua pergi, tetapi menyisakan aku dan berkata kepadaku: 'Berdirilah dan berikan panggilan shalat.' Aku berdiri dan tidak ada yang lebih aku benci daripada Rasulullah (S.A.W) dan apa yang ia perintahkan kepadaku. Aku berdiri di hadapan Rasulullah (S.A.W) dan Rasulullah (S.A.W) sendiri mengajarkan kepadaku panggilan tersebut. Ia berkata: 'Katakan: Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar; Ash-hadu an la ilaha illallah, Ash-hadu an la ilaha illallah; Ash-hadu anna Muhammadan Rasulullah, Ash-hadu anna Muhammadan Rasulullah.' Kemudian ia berkata: 'Kembalilah dan perpanjang suaramu.' Setelah aku selesai mengumandangkan Adzan, ia memanggilku dan memberiku sebuah kantong kecil yang berisi sedikit perak. Kemudian ia meletakkan tangannya di atas ubun-ubun Abu Mahdhurah, lalu mengusapkannya di wajahnya, lalu di dadanya, dan di atas hatinya, hingga tangan Rasulullah (S.A.W) mencapai pusar Abu Mahdhurah. Kemudian Rasulullah (S.A.W) berkata: 'Semoga Allah memberkatimu dan mengirimkan berkah kepadamu.' Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, apakah kamu memerintahkanku untuk mengumandangkan Adzan di Makkah?' Ia berkata: 'Ya, aku memerintahkannya.' Maka semua kebencian yang aku rasakan terhadap Rasulullah (S.A.W) lenyap, dan digantikan dengan cinta kepada Rasulullah. Aku datang kepada 'Attab bin Asid, gubernur Rasulullah (S.A.W) di Makkah, dan mengumandangkan panggilan shalat bersamanya atas perintah Rasulullah (S.A.W)." (Shahih) Ia (Abdul-Aziz) berkata: "Seseorang yang bertemu Abu Mahdhurah memberitahuku hal yang sama seperti yang diceritakan Abdullah bin Muhairiz."