Bab Menunda Shalat Dhuhur di Saat Panas Terik
Dha'if oleh Darussalam
حَدَّثَنَا تَمِيمُ بْنُ الْمُنْتَصِرِ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ بَيَانٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ـ ﷺ ـ صَلاَةَ الظُّهْرِ بِالْهَاجِرَةِ فَقَالَ لَنَا " أَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ " .
haddatsana tamimu ibnu almuntashiri alwasithiyyu, haddatsana ishaqu ibnu yusufa, an syarikin, an bayanin, an qaysi ibni abi hazimin, ani almughirahi ibni syubaha, qala kunna nushalli maa rasuli allahi shalaha azzhuhri bialhajirahi faqala lana " abridu biasshalahi fainna syiddaha alharri min fayhi jahannama ".
Diriwayatkan dari Mughirah bin Shu'bah: Kami sedang shalat Dhuhur bersama Rasulullah ﷺ pada saat panas terik (yaitu, di tengah hari ketika matahari baru saja melewati puncaknya) dan beliau berkata kepada kami, "Tunggu hingga cuaca menjadi lebih sejuk sebelum kalian shalat, karena panas yang terik adalah dari nyala api neraka."