Bab Mengikuti Sunnah Para Khalifah yang Terpimpin
Hasan oleh Darussalam
haddatsana abdu allahi ibnu ahmada ibni basyiri ibni dzakwana addimasyqiyyu, haddatsana alwalidu ibnu muslimin, haddatsana abdu allahi ibnu alalai, - yani abna zabrin - haddatsani yahya ibnu abi almuthai, qala samitu alirbadha ibna sariyaha, yaqulu qama fina rasulu allahi dzata yawmin fawaazhana mawizhahan balighahan wajilat minha alqulubu wadzarafat minha aluyunu faqila ya rasula allahi waazhtana mawizhaha muwaddiin fahad ilayna biahdin faqala " alaykum bitaqwa allahi waassami waatthaahi wain abdan habasyiyyan wasatarawna min badi akhtilafan syadidan faalaykum bisunnati wasunnahi alkhulafai arrasyidina almahdiyyina addhu alayha biannawajidzi waiyyakum waalumura almuhdatsati fainna kulla bidahin dhalalhun ".
Yahya bin Abu Muta' berkata: Saya mendengar 'Irbad bin Sariyah berkata: 'Suatu hari, Rasulullah ﷺ berdiri di tengah kami dan memberikan nasihat yang sangat menyentuh hati yang membuat hati kami bergetar dan mata kami meneteskan air mata. Dikatakan kepada beliau: 'Wahai Rasulullah, engkau telah memberikan nasihat seperti nasihat perpisahan, maka berikanlah kami sesuatu untuk dipegang.' Beliau bersabda: 'Taatlah kepada Allah, dan dengarkan serta patuhlah, meskipun (pemimpin kalian) adalah seorang budak Abyssinia. Setelah aku pergi, kalian akan melihat perselisihan yang besar. Aku menganjurkan kalian untuk berpegang pada Sunnahku dan jalan para Khalifah yang Terpimpin, dan berpeganglah dengan kuat padanya. Dan waspadalah terhadap perkara-perkara yang baru, karena setiap inovasi adalah kesesatan.'