Bab Perintah untuk Berbuat Kebaikan dan Melarang dari Perbuatan Buruk
Hasan oleh Darussalam
haddatsana abu kuraybin, haddatsana abu muawiyaha, ani alamasyi, an ismaila ibni rajain, an abihi, an abi saidin alkhudriyyi, waan qaysi ibni muslimin, an thariqi ibni syihabin, an abi saidin alkhudriyyi, qala akhraja marwanu alminbara fi yawmi idin fabadaa bialkhuthbahi qabla asshalahi faqala rajulun ya marwanu khalafta assunnaha akhrajta alminbara fi hadza alyawmi walam yakun yukhraju wabadata bialkhuthbahi qabla asshalahi walam yakun yubdau biha. faqala abu saidin amma hadza faqad qadha ma alayhi samitu rasula allahi yaqulu " man raa minkum munkaran fastathaa an yughayyirahu biyadihi falyughayyirhu biyadihi fain lam yastathi fabilisanihi fain lam yastathi fabiqalbihi wadzalika adhafu alimani ".
Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id Al-Khudri berkata: “Marwan mengeluarkan mimbar pada hari ‘Eid, dan ia memulai dengan khutbah sebelum shalat. Seorang lelaki berkata: ‘Wahai Marwan, kamu telah menyelisihi sunnah. Kamu telah mengeluarkan mimbar pada hari ini, dan itu tidak pernah dilakukan sebelumnya, dan kamu telah memulai dengan khutbah sebelum shalat, dan itu tidak pernah dilakukan sebelumnya.’ Abu Sa’id berkata: ‘Adapun lelaki ini, ia telah melaksanakan kewajibannya. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Siapa di antara kalian yang melihat perbuatan buruk dan mampu mengubahnya dengan tangannya, maka ubahlah dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah iman yang paling lemah.’”