Bab Pembatalan Haji
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana yazidu ibnu haruna, an yahya ibni saidin, an amraha, an aisyaha, qalat kharajna maa rasuli allahi likhamsin baqina min dzi alqadahi la nura ila alhajja hatta idza qadimna wadanawna amara rasulu allahi man lam yakun maahu hadun an yahilla fahalla annasu kulluhum ila man kana maahu hadun falamma kana yawmu annahri dukhila alayna bilahmi baqarin faqila dzabaha rasulu allahi an azwajihi.
Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata: “Kami pergi bersama Rasulullah ﷺ ketika tinggal lima malam lagi dari Dzul-Qa’dah, bermaksud hanya untuk melaksanakan Haji. Ketika kami mendekat, Rasulullah ﷺ memerintahkan agar siapa saja yang tidak memiliki hewan kurban, maka ia boleh keluar dari Ihram. Maka semua orang keluar dari Ihram, kecuali mereka yang memiliki hewan kurban. Ketika hari Nahr (10 Dzul-Hijjah) tiba, daging sapi dibawa kepada kami, dan dikatakan: ‘Rasulullah ﷺ telah berkurban atas nama istri-istrinya.’