Bab Siapa yang Memberikan kepada Anaknya Kemudian Mengambil Kembali

HR. Ibnu Majah no. 2378Shahih · Darussalam

حَدَّثَنَا جَمِيلُ بْنُ الْحَسَنِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ عَامِرٍ الأَحْوَلِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ ﷺ قَالَ " لاَ يَرْجِعْ أَحَدُكُمْ فِي هِبَتِهِ إِلاَّ الْوَالِدَ مِنْ وَلَدِهِ " .

Cara baca (latin)

haddatsana jamilu ibnu alhasani, haddatsana abdu alala, haddatsana saidun, an amirin alahwali, an amriw ibni syuaybin, an abihi, an jaddihi, anna nabiyya allahi qala " la yarji ahadukum fi hibatihi ila alwaada min waladihi ".

Dari Amr bin Shu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi Allah ﷺ bersabda: "Tidak boleh salah seorang di antara kalian mengambil kembali hadiahnya, kecuali seorang ayah (mengambil kembali) dari anaknya."