Bab Tidak Ada Pernikahan Kecuali Dengan Wali
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana muadzu ibnu muadzin, haddatsana abnu jurayjin, an sulaymana ibni musa, ani azzuhriyyi, an urwaha, an aisyaha, qalat qala rasulu allahi " ayyuma amraahin lam yunkihha alwaliyyu fanikahuha bathilun fanikahuha bathilun fanikahuha bathilun fain ashabaha falaha mahruha bima ashaba minha faini asytajaru falssulthanu waliyyu man la waliyya lahu ".
Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap wanita yang pernikahannya tidak diatur oleh walinya, maka pernikahannya batal, pernikahannya batal, pernikahannya batal. Jika (laki-laki) telah berhubungan intim dengannya, maka mahar menjadi haknya sebagai imbalan atas hubungan intimnya. Dan jika ada perselisihan, maka penguasa adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali.”