Bab Meminta Persetujuan Perempuan yang Belum Menikah dan yang Sudah Menikah
HR. Ibnu Majah no. 1871Shahih · Darussalam
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ـ ﷺ ـ قَالَ " لاَ تُنْكَحُ الثَّيِّبُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلاَ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ وَإِذْنُهَا الصُّمُوتُ " .
Cara baca (latin)
haddatsana abdu arrahmani ibnu ibrahima addimasyqiyyu, haddatsana alwalidu ibnu muslimin, haddatsana alawzaiyyu, haddatsani yahya ibnu abi katsirin, an abi salamaha, an abi hurayraha, ani annabiyyi qala " la tunkahu attsayyibu hatta tustamara wala albikru hatta tustadzana waidznuha asshumutu ".
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda: "Perempuan yang sudah menikah tidak boleh dinikahkan sampai ia dimintai pendapat, dan perempuan yang perawan tidak boleh dinikahkan sampai izinnya diminta, dan izinnya adalah diamnya."