Bab Hak Suami Terhadap Istri
Hasan oleh Darussalam
haddatsana azharu ibnu marwana, haddatsana hammadu ibnu zaydin, an ayyuba, ani alqasimi assyaybaniyyi, an abdi allahi ibni abi awfa, qala lamma qadima muadzun mina assyami sajada lilnnabiyyi qala " ma hadza ya muadzu ". qala ataytu assyama fawafaqtuhum yasjuduna lasaqifatihim wabathariqatihim fawadidtu fi nafsi an nafala dzalika bika. faqala rasulu allahi " fala tafalu fainni law kuntu amiran ahadan an yasjuda lighayri allahi lamartu almaraha an tasjuda lizawjiha waadzi nafsu muhammadin biyadihi la tuaddi almarahu haqqa rabbiha hatta tuaddiya haqqa zawjiha walaw saalaha nafsaha wahiya ala qatabin lam tamnahu ".
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abu Awfa, ia berkata: "Ketika Muadz bin Jabal datang dari Syam, ia sujud kepada Nabi ﷺ yang berkata: 'Apa ini, wahai Muadz?' Ia menjawab: 'Aku pergi ke Syam dan melihat mereka sujud kepada uskup dan pejabat mereka, dan aku ingin melakukan hal itu untukmu.' Rasulullah ﷺ bersabda: 'Jangan lakukan itu. Jika aku diperintahkan untuk menyuruh seseorang sujud kepada selain Allah, aku akan menyuruh wanita sujud kepada suaminya. Demi Zat yang menguasai jiwa Muhammad! Tidak ada wanita yang dapat memenuhi hak Tuhannya hingga ia memenuhi hak suaminya. Jika suaminya meminta (hubungan intim) bahkan ketika ia berada di atas punggung unta, ia tidak boleh menolak.'"