Bab Mengagungkan Hadits Rasulullah - ﷺ - dan Mengancam Siapa yang Menentangnya
Shahih oleh Darussalam
haddatsana ahmadu ibnu tsabitin aljahdariyyu, waabu umara hafshu ibnu amrinw qala haddatsana abdu alwahhabi attsaqafiyyu, haddatsana ayyubu, an saidi ibni jubayrin, an abdi allahi ibni mughaffalin, annahu kana jalisan ila janbihi abnu akhin lahu fakhadzafa fanahahu waqala inna rasula allahi naha anha waqala " innaha la tashidu shaydan wala tanki aduwwan wainnaha taksiru assinna watafqau alayna ". qala faada abnu akhihi yakhdzifu faqala uhadditsuka anna rasula allahi naha anha tsumma udta takhdzifu la ukallimuka abadan.
Diriwayatkan dari Said bin Jubair bahwa Abdullah bin Mughaffal sedang duduk di samping seorang keponakannya, keponakannya melemparkan kerikil dan ia menegurnya, dan ia berkata: "Rasulullah - ﷺ - telah melarangnya. Ia (Nabi) berkata: 'Ia tidak dapat digunakan untuk berburu dan tidak dapat membahayakan musuh, tetapi dapat mematahkan gigi atau mencelakai mata.'" Ia berkata. Keponakannya melemparkan kerikil lagi dan ia (Abdullah bin Mughaffal) berkata: 'Aku memberitahumu bahwa Rasulullah - ﷺ - melarangnya (dan kamu melempar kerikil lagi)? Aku tidak akan berbicara denganmu selamanya.'