Bab Apa yang Dikatakan tentang Jam Berapa Malam yang Paling Utama
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, wamuhammadu ibnu bassyarin, wamuhammadu ibnu alwalidi, qalu haddatsana muhammadu ibnu jafarin, haddatsana syubahu, an yala ibni athain, an yazida ibni thalqin, an abdi arrahmani ibni albaylamaniyyi, an amriw ibni abasaha, qala ataytu rasula allahi. faqultu ya rasula allahi man aslama maaka qala " hurrun waabdun ". qultu hal min saahin aqrabu ila allahi min ukhra qala " naam jawfu allayli alawsathu ".
Telah diceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Shaibah, Muhammad bin Bashar, dan Muhammad bin Al-Walid, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Shu'bah, dari Ya'la bin 'Atha, dari Yazid bin Talq, dari Abdurrahman bin Baylamani, dari Amru bin Abasah, ia berkata: "Aku datang kepada Rasulullah ﷺ. Lalu aku bertanya: 'Wahai Rasulullah, siapa yang masuk Islam bersamamu?' Beliau menjawab: 'Seorang hamba dan seorang merdeka.' Aku bertanya: 'Apakah ada waktu di malam hari yang lebih dekat kepada Allah daripada waktu lainnya?' Beliau menjawab: 'Ya, pada pertengahan malam.'