Ibn Umar memberitahuku bahwa pada hari (perang Mu'tah) ia berdiri di samping Ja`far yang sudah mati (yaitu terbunuh dalam perang), dan ia menghitung lima puluh luka di tubuhnya, yang disebabkan oleh tusukan atau pukulan,
Bab Perang Mu'tah dari Tanah Syam
Rasulullah ﷺ mengangkat Zaid bin Haritha sebagai pemimpin pasukan dalam Ghazwa Mu'tah dan berkata, "Jika Zaid terbunuh, maka Ja'far harus mengambil alih posisinya, dan jika Ja'far terbunuh, maka Abdullah bin Rawaha harus
Zaid mengambil bendera (sebagai komandan pasukan) dan syahid, kemudian Ja'far mengambilnya dan syahid, dan kemudian Ibn Rawaha mengambilnya dan syahid. Pada saat itu mata Nabi mengeluarkan air mata. Kemudian bendera diam
Aisyah berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata (kepadanya), "Pergilah dan lemparkan debu ke mulut mereka."
Assalam 'Alaika (yaitu semoga keselamatan atasmu) wahai putra orang yang memiliki dua sayap.
Dari Khalid bin Al-Walid: Pada hari Mu'tah, sembilan pedang patah di tanganku dan hanya sebuah pedang Yaman milikku yang tersisa di tanganku.
Dari Khalid bin Al-Walid: Pada hari Mu'tah, sembilan pedang patah di tanganku dan hanya sebuah pedang Yaman milikku yang tersisa di tanganku.
Abdullah bin Rawaha pingsan dan saudarinya 'Amra mulai menangis dan berkata keras, "Wahai Jabala! Oh si anu! Oh si anu!" dan terus menyebutkan kebaikannya satu per satu.
Abdullah bin Rawaha pingsan... (dan menyebutkan hadits di atas menambahkan, "Ketika dia meninggal, dia (yaitu saudarinya) tidak menangisi dia.")