Bab Siapa yang Berlutut di Hadapan Imam atau Perawi Hadits
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ، فَقَامَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حُذَافَةَ فَقَالَ مَنْ أَبِي فَقَالَ " أَبُوكَ حُذَافَةُ ". ثُمَّ أَكْثَرَ أَنْ يَقُولَ " سَلُونِي ". فَبَرَكَ عُمَرُ عَلَى رُكْبَتَيْهِ فَقَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم نَبِيًّا، فَسَكَتَ.
Dari Anas bin Malik: Suatu hari Rasulullah (ﷺ) keluar (di hadapan orang-orang) dan Abdullah bin Hudhafa berdiri dan bertanya (kepadanya) "Siapa ayahku?" Nabi (ﷺ) menjawab, "Ayahmu adalah Hudhafa." Nabi (ﷺ) berulang kali (dalam kemarahan) meminta mereka untuk bertanya apa saja yang mereka suka. Umar berlutut di hadapan Nabi (ﷺ) dan berkata tiga kali, "Kami menerima Allah sebagai (Tuhan kami) dan Islam sebagai (agama kami) dan Muhammad sebagai (Nabi kami)." Setelah itu Nabi (ﷺ) menjadi diam.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
