Bab Siapa yang Berkata dalam Khutbah Setelah Memuji Allah
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu mamarin, qala haddatsana abu ashimin, an jariri ibni hazimin, qala samitu alhasana, yaqulu haddatsana amru ibnu taghliba, anna rasula allahi utiya bimalin aw sabin faqasamahu, faatha rijalan wataraka rijalan fabalaghahu anna adzina taraka atabu, fahamida allaha tsumma atsna alayhi, tsumma qala " amma badu, fawaallahi inni luthi arrajula, waadau arrajula, waadzi adau ahabbu ilaa mina adzi uthi walakin uthi aqwaman lima ara fi qulubihim mina aljazai waalhalai, waakilu aqwaman ila ma jaala allahu fi qulubihim mina alghina waalkhayri, fihim amru ibnu taghliba ". fawaallahi ma uhibbu anna li bikalimahi rasuli allahi humra annaami. tabaahu yunusu.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ma'mar, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Asim, dari Jarir bin Hazim, ia berkata: Aku mendengar Al-Hasan berkata: Telah menceritakan kepada kami Amr bin Taghlib, bahwa Rasulullah ﷺ didatangi dengan harta atau tawanan, lalu beliau membagikannya. Beliau memberikan kepada beberapa orang dan mengabaikan yang lainnya. Kemudian beliau mendengar bahwa orang-orang yang diabaikan merasa kecewa. Maka beliau memuji Allah dan berkata: "Amma ba'du, demi Allah, sesungguhnya aku memberikan kepada seorang lelaki dan mengabaikan seorang lelaki yang lebih aku cintai daripada yang aku berikan. Namun aku memberikan kepada beberapa orang karena aku melihat dalam hati mereka ada rasa gelisah dan tidak sabar, dan aku membiarkan orang-orang yang sabar dan merasa cukup dengan kebaikan dan kekayaan yang Allah tanamkan dalam hati mereka, di antara mereka adalah Amr bin Taghlib." Demi Allah, aku tidak ingin memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada kata-kata Rasulullah ﷺ.