Bab Apa yang diucapkan Imam dan yang di belakangnya ketika mengangkat kepala dari rukuk
حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَالَ " سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ". قَالَ " اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ". وَكَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا رَكَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ يُكَبِّرُ، وَإِذَا قَامَ مِنَ السَّجْدَتَيْنِ قَالَ " اللَّهُ أَكْبَرُ ".
Dari Abu Hurairah: Ketika Nabi (ﷺ) berkata, "Sami`a l-lahu liman hamidah," (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), dia akan berkata, "Rabbana wa laka l-hamd." Ketika rukuk dan mengangkat kepalanya dari rukuk, Nabi (ﷺ) biasa mengucapkan Takbir. Dia juga biasa mengucapkan Takbir saat bangkit setelah dua sujud.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
