Bab Perkataan Allah هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ
Shahih
haddatsana ishaqu, haddatsana affanu, haddatsana wuhaybun, haddatsana musa huwa abnu uqbaha haddatsani muhammadu ibnu yahya ibni habbana, ani abni muhayrizin, an abi saidin alkhudriyyi, fi ghazwahi ibani almushthaliqi annahum ashabu sabaya faaradu an yastamtiu bihinna wala yahmilna fasaalu annabiyya ani alazli faqala " ma alaykum an la tafalu, fainna allaha qad kataba man huwa khaliqun ila yawmi alqiyamahi ". waqala mujahidun an qazaaha samitu aba saidin faqala qala annabiyyu " laysat nafsun makhluqahun ila allahu khaliquha ".
Telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Wuhab, telah menceritakan kepada kami Musa -ia adalah putra Uqbah-, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya bin Habban, dari Ibn Muhairiz, dari Abu Sa'id Al-Khudri, dalam Perang Bani Al-Mustaliq bahwa mereka (Muslimin) menangkap beberapa wanita dan berniat untuk berhubungan seksual dengan mereka tanpa menghamili mereka. Maka mereka bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang 'azl (coitus interruptus). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Tidak ada yang menghalangi kalian untuk tidak melakukannya, karena Allah telah menulis siapa yang akan diciptakan sampai Hari Kiamat.' Dan Mujahid berkata dari Qaza'ah, aku mendengar Abu Sa'id berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Tidak ada jiwa yang diciptakan kecuali Allah adalah Penciptanya.'