Bab Bai'at Wanita
Shahih
haddatsana abu alyamani, akhbarana syuaybun, ani azzuhriyyi, waqala allaytsu, haddatsani yunusu, ani abni syihabin, akhbarani abu idrisa alkhawlaniyyu, annahu samia ubadaha ibna asshamiti, yaqulu qala lana rasulu allahi wanahnu fi majlisin " tubayiuni ala an la tusyriku biallahi syayan, wala tasriqu, wala taznu, wala taqtulu awladakum, wala tatu bibuhtanin taftarunahu bayna aydikum waarjulikum wala tashu fi marufin, faman wafa minkum faajruhu ala allahi, waman ashaba min dzalika syayan fauqiba fi addunya fahwa kaffarahun lahu, waman ashaba min dzalika syayan fasatarahu allahu faamruhu ila allahi in syaa aqabahu wain syaa afa anhu ", fabayanahu ala dzalika.
Dari 'Ubada bin As-Samit, Rasulullah ﷺ berkata kepada kami ketika kami berada dalam sebuah majelis, "Berikanlah saya bai'at (janji setia) untuk: (1) Tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, (2) Tidak mencuri, (3) Tidak berzina, (4) Tidak membunuh anak-anakmu, (5) Tidak menuduh orang yang tidak bersalah (menyebarkan tuduhan tersebut di antara orang-orang), (6) Tidak durhaka (ketika diperintahkan) untuk melakukan kebaikan. Nabi ﷺ menambahkan: Siapa di antara kalian yang memenuhi janjinya, maka pahalanya ada di sisi Allah, dan siapa yang melakukan salah satu dari dosa tersebut dan menerima hukuman yang sah di dunia untuk dosa itu, maka hukuman itu akan menjadi penebus bagi dosanya, dan siapa yang melakukan salah satu dari dosa tersebut dan Allah tidak mengungkapkan, maka urusannya terserah Allah, jika Dia mau, Dia akan menghukumnya, dan jika Dia mau, Dia akan mengampuninya." Maka kami memberikan bai'at untuk itu.