Bab Apakah Boleh Seorang Hakim Mengutus Seseorang Sendirian untuk Mengurus Urusan
Shahih
haddatsana adamu, haddatsana abnu abi dzibin, haddatsana azzuhriyyu, an ubaydi allahi ibni abdi allahi, an abi hurayraha, wazaydi ibni khalidin aljuhaniyyi, qala jaa arabiyyun faqala ya rasula allahi aqdhi baynana bikitabi allahi faqama khashmuhu faqala shadaqa faqdhi baynana bikitabi allahi. faqala alarabiyyu inna abni kana asifan ala hadza fazana bimraatihi, faqalu li ala abnika arrajmu. fafadaytu abni minhu bimiahin mina alghanami wawalidahin, tsumma saaltu ahla alilmi faqalu innama ala abnika jaldu miahin wataghribu amin. faqala annabiyyu " laqdhiyanna baynakuma bikitabi allahi, amma alwalidahu waalghanamu faraddun alayka, waala abnika jaldu miahin wataghribu amin, waamma anta ya unaysu lirajulin faghdu ala amraahi hadza farjumha ". faghada alayha unaysun farajamaha.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al-Juhani: Seorang badui datang dan berkata, "Wahai Rasulullah! Putuskanlah di antara kami menurut Kitab Allah." Lawannya berdiri dan berkata, "Dia benar, jadi putuskanlah di antara kami menurut Kitab Allah." Badui itu berkata, "Anakku adalah pekerja untuk orang ini dan telah melakukan zina dengan istrinya. Orang-orang berkata kepadaku, 'Anakmu harus dirajam sampai mati,' maka aku menebus anakku dengan seratus domba dan seorang budak perempuan. Kemudian aku bertanya kepada para ulama dan mereka berkata, 'Anakmu harus dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun.' " Nabi ﷺ bersabda, "Aku akan memutuskan di antara kalian menurut Kitab Allah! Adapun budak perempuan dan domba, itu akan dikembalikan kepadamu, dan anakmu akan dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun. Wahai kamu, Unais!" Nabi ﷺ berkata kepada seorang lelaki, "Berangkatlah pagi-pagi ke istri orang ini dan rajamlah dia sampai mati." Maka Unais pergi kepadanya keesokan paginya dan merajamnya sampai mati.