Bab Apakah Imam Mengatakan kepada Pengaku, 'Mungkin Kamu Telah Mencium atau Melihat?'
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُعْفِيُّ، حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ، سَمِعْتُ يَعْلَى بْنَ حَكِيمٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ لَمَّا أَتَى مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَهُ " لَعَلَّكَ قَبَّلْتَ أَوْ غَمَزْتَ أَوْ نَظَرْتَ ". قَالَ لاَ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ " أَنِكْتَهَا ". لاَ يَكْنِي. قَالَ فَعِنْدَ ذَلِكَ أَمَرَ بِرَجْمِهِ.
Dari Ibnu Abbas: Ketika Ma'iz bin Malik datang kepada Nabi (untuk mengaku), Nabi (ﷺ) berkata kepadanya, "Mungkin kamu hanya mencium (wanita itu), atau melirik, atau melihatnya?" Ia menjawab, "Tidak, wahai Rasulullah!" Nabi berkata, tanpa menggunakan euphemisme, "Apakah kamu berhubungan seksual dengannya?" Narator menambahkan: Setelah itu (yaitu setelah pengakuannya), Nabi (ﷺ) memerintahkan agar ia dirajam (hingga mati).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
