Bab Nadzar dalam Hal yang Tidak Dimiliki dan dalam Maksiat
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِهِ ".
Telah menceritakan kepada kami Abu Ashim, dari Malik, dari Talhah bin Abdul Malik, dari Al-Qasim, dari Aisyah -semoga Allah meridhainya- berkata: Nabi ﷺ bersabda, "Siapa pun yang bernazar untuk taat kepada Allah, maka hendaklah ia taat kepada-Nya; dan siapa pun yang bernazar untuk bermaksiat kepada-Nya, maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
