Bab Perjanjian Allah Yang Maha Tinggi
Shahih
haddatsani muhammadu ibnu bassyarin, haddatsana abnu abi adiyyin, an syubaha, an sulaymana, wamanshurin, an abi wailin, an abdi allahi rdh allah nh ani annabiyyi qala " man halafa ala yaminin kadzibahin, liyaqtathia biha mala rajulin muslimin aw qala akhihi laqiya allaha wahwa alayhi ghadhbanu ". faanzala allahu tashdiqahu inna adzina yasytaruna biahdi allahi qala sulaymanu fi haditsihi famarra alasyatsu ibnu qaysin faqala ma yuhadditsukum abdu allahi qalu lahu faqala alasyatsu nazalat fiyya, wafi shahibin li, fi birin kanat baynana.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bashar, telah menceritakan kepada kami Ibn Abi Adi, dari Syubaha, dari Sulaiman dan Mansur, dari Abu Wa'il, dari Abdullah - semoga Allah meridhoinya - dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Siapa yang bersumpah dengan sumpah yang dusta untuk mengambil harta seorang Muslim (atau saudaranya), maka Allah akan marah kepadanya ketika ia menemui-Nya." Allah kemudian menurunkan wahyu sebagai penguat pernyataan di atas: 'Sesungguhnya orang-orang yang membeli dengan perjanjian Allah dan sumpah mereka.' (3:77) Al-Ash'ath berkata, "Ayat ini diturunkan mengenai diriku dan seorang temanku ketika kami berselisih tentang sebuah sumur."