Bab "Siapa yang Mencintai Pertemuan dengan Allah, Allah Mencintai Pertemuannya"
حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، وَعُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، فِي رِجَالٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ وَهْوَ صَحِيحٌ " إِنَّهُ لَمْ يُقْبَضْ نَبِيٌّ قَطُّ حَتَّى يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ ثُمَّ يُخَيَّرُ ". فَلَمَّا نَزَلَ بِهِ، وَرَأْسُهُ عَلَى فَخِذِي، غُشِيَ عَلَيْهِ سَاعَةً، ثُمَّ أَفَاقَ، فَأَشْخَصَ بَصَرَهُ إِلَى السَّقْفِ ثُمَّ قَالَ " اللَّهُمَّ الرَّفِيقَ الأَعْلَى ". قُلْتُ إِذًا لاَ يَخْتَارُنَا، وَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَدِيثُ الَّذِي كَانَ يُحَدِّثُنَا بِهِ ـ قَالَتْ ـ فَكَانَتْ تِلْكَ آخِرَ كَلِمَةٍ تَكَلَّمَ بِهَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَوْلُهُ " اللَّهُمَّ الرَّفِيقَ الأَعْلَى ".
Diriwayatkan dari Aisyah (istri Nabi), ketika Rasulullah (ﷺ) dalam keadaan sehat, beliau biasa mengatakan, "Tidak ada jiwa seorang nabi yang diambil kecuali dia diperlihatkan tempatnya di surga dan diberikan pilihan (untuk mati atau hidup)." Ketika saat-saat kematian Nabi (ﷺ) mendekat dan kepalanya berada di pahaku, beliau pingsan sejenak, kemudian beliau sadar dan menatap ke langit lalu berkata, "Ya Allah, (bersama) teman-teman yang tertinggi." Aku berkata, "Karena itu, beliau tidak akan memilih kami." Dan aku tahu bahwa itu adalah penerapan dari riwayat yang biasa beliau ceritakan kepada kami. Dan itu adalah pernyataan terakhir Nabi (sebelum wafat), yaitu, "Ya Allah! Bersama teman-teman yang tertinggi."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
