Bab Memohon Perlindungan dari Azab Kubur
Shahih
haddatsana utsmanu ibnu abi syaybaha, haddatsana jarirun, an manshurin, an abi wailin, an masruqin, an aisyaha, qalat dakhalat alaa ajuzani min ujuzi yahudi almadinahi faqalata li inna ahla alquburi yuaddzabuna fi quburihim, fakaddzabtuhuma, walam unim an ushaddiqahuma, fakharajata wadakhala alaa annabiyyu faqultu lahu ya rasula allahi inna ajuzayni wadzakartu lahu, faqala " shadaqata, innahum yuaddzabuna adzaban tasmauhu albahaimu kulluha ". fama raaytuhu badu fi shalahin ila taawwadza min adzabi alqabri.
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Mansur, dari Abu Wail, dari Masruq, dari Aisyah, ia berkata: "Dua orang wanita tua dari kalangan wanita Yahudi Madinah masuk menemuiku dan berkata: 'Orang-orang yang sudah mati disiksa di dalam kubur mereka,' tetapi aku mengira mereka berbohong dan tidak mempercayai mereka pada awalnya. Ketika mereka pergi dan Nabi ﷺ masuk menemuiku, aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Dua orang wanita tua...' dan aku menceritakan seluruh kisahnya. Beliau bersabda: 'Mereka benar; orang-orang yang mati benar-benar disiksa, hingga semua hewan mendengar (suara yang dihasilkan dari) siksaan mereka.' Sejak saat itu, aku selalu melihat beliau memohon perlindungan kepada Allah dari azab kubur dalam shalatnya.