Penjelasan Hadits Bukhari No. 6366 tentang Doa perlindungan dari azab kubur dalam shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang kepastian adanya azab kubur bagi sebagian penghuni kubur. Nabi ﷺ membenarkan kabar dari dua wanita tua Yahudi tersebut, dan setelah itu beliau senantiasa berlindung kepada Allah dari azab kubur dalam setiap shalatnya. Ini menunjukkan bahwa azab kubur adalah perkara yang benar dan harus diimani, serta kita dianjurkan untuk sering berlindung darinya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah ﷻ berfirman:

وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِّنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ ۗ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۗ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۗ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ

"Dan di antara orang-orang Arab Badui di sekitarmu ada orang-orang munafik; dan di antara penduduk Madinah ada orang-orang yang keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahui mereka. Mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar." (QS. At-Taubah [9]: 101)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "mereka akan Kami siksa dua kali" mencakup azab di dunia dan azab kubur, kemudian setelah itu mereka dikembalikan kepada azab yang besar yaitu azab neraka di akhirat.

Hadits terkait:

Hadits yang sedang kita bahas ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Doa, Bab Memohon Perlindungan dari Azab Kubur, nomor 6366, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Juga terdapat hadits lain yang memperkuat, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"يَا عَائِشَةُ، إِنَّ اللهَ قَدْ أَرَانِي عَذَابَ الْقَبْرِ فِي صَلَاتِي هَذِهِ"

"Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah telah memperlihatkan kepadaku azab kubur dalam shalatku ini." (HR. Al-Bukhari no. 1374)

Penjelasan Rinci

Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Azab Kubur adalah Kebenaran yang Harus Diimani

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah menegaskan bahwa azab kubur adalah perkara yang benar dan wajib diimani. Beliau berkata: "Azab kubur itu haq (benar), tidak ada keraguan padanya." Ini juga merupakan keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang dinukil oleh para ulama seperti Al-Barbahari dan Al-Lalika'i dalam kitab-kitab mereka tentang aqidah.

2. Nabi ﷺ Membenarkan Kabar dari Wanita Yahudi

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membenarkan perkataan dua wanita Yahudi tersebut karena apa yang mereka sampaikan sesuai dengan kebenaran yang telah Allah wahyukan kepada beliau. Ini menunjukkan bahwa kebenaran bisa datang dari siapa saja, meskipun dari orang yang bukan muslim, selama sesuai dengan syariat.

3. Siksaan Kubur Didengar oleh Binatang

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah sebagian binatang dapat mendengar suara siksaan tersebut, bukan seluruh binatang secara mutlak. Ini adalah perkara ghaib yang kita terima sebagaimana adanya, tanpa mempertanyakan bagaimana caranya.

4. Kesungguhan Nabi ﷺ dalam Berlindung dari Azab Kubur

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Ar-Ruh menyebutkan bahwa meskipun Nabi ﷺ telah dijamin masuk surga dan dijaga dari dosa, beliau tetap bersungguh-sungguh berlindung dari azab kubur. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya azab kubur dan betapa pentingnya kita berlindung darinya.

5. Pelajaran tentang Sikap Aisyah radhiyallahu 'anha

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Ahwalul Qubur menyebutkan bahwa sikap awal Aisyah yang meragukan kabar tersebut adalah karena beliau belum mendengar dalil yang shahih tentang masalah ini. Namun setelah Nabi ﷺ membenarkannya, beliau langsung menerima dan meyakininya. Ini menunjukkan adab seorang muslim: jika ada dalil yang shahih, maka wajib menerimanya meskipun sebelumnya tidak tahu.

Story Telling

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ suatu ketika melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda:

"إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ"

"Sesungguhnya kedua orang ini sedang disiksa. Dan keduanya tidak disiksa karena perkara yang besar (menurut pandangan mereka). Adapun salah satunya, dahulu ia tidak membersihkan diri dari air kencing. Sedangkan yang lainnya, dahulu ia suka mengadu domba (menyebarkan namimah)." (HR. Al-Bukhari no. 216)

Kemudian beliau meminta sebatang pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua, lalu menancapkannya di atas kedua kuburan tersebut. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau lakukan ini?" Beliau menjawab: "Mudah-mudahan diringankan (azab) dari keduanya selama kedua pelepah itu belum kering."

Kisah ini menunjukkan betapa dekatnya azab kubur dan betapa Nabi ﷺ sangat perhatian terhadap umatnya, hingga memberikan sebab keringanan azab bagi dua orang yang sedang disiksa.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengimani azab kubur sebagai bagian dari iman kepada hari akhir dan perkara ghaib yang wajib dipercaya.
  2. Sering berlindung dari azab kubur, minimal setiap selesai tasyahhud akhir sebelum salam, sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ.
  3. Menjauhi sebab-sebab azab kubur, seperti tidak bersuci dari kencing, namimah (mengadu domba), dan dosa-dosa lainnya.
  4. Tidak tergesa-gesa mendustakan kabar sebelum memastikan dalilnya, sebagaimana sikap Aisyah yang langsung menerima setelah Nabi ﷺ menjelaskan.
  5. Mengajarkan ilmu ini kepada keluarga dan orang lain, agar mereka juga selamat dari azab kubur.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?