Bab Tidur di Sisi Kanan
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، فَإِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ، ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ، حَتَّى يَجِيءَ الْمُؤَذِّنُ فَيُؤْذِنَهُ.
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami Hisham bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisha, bahwa Nabi ﷺ biasa shalat sebelas raka'at di akhir malam, dan ketika fajar tiba, beliau shalat dua raka'at yang ringan, kemudian berbaring di sisi kanannya sampai muadzin datang untuk memberitahukan kepadanya (bahwa shalat subuh telah tiba).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
