Shahih Al-Bukhari · Kitab Adab · No. 6162

Bab Apa yang Dikatakan Seorang Pria, 'Celakalah Engkau'

Shahih

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ أَثْنَى رَجُلٌ عَلَى رَجُلٍ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ " وَيْلَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ أَخِيكَ ـ ثَلاَثًا ـ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَادِحًا لاَ مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ فُلاَنًا ـ وَاللَّهُ حَسِيبُهُ ـ وَلاَ أُزَكِّي عَلَى اللَّهِ أَحَدًا. إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ".

haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana wuhaybun, an khalidin, an abdi arrahmani ibni abi bakraha, an abihi, qala atsna rajulun ala rajulin inda annabiyyi faqala " waylaka qathata unuqa akhika tsalatsan man kana minkum madihan la mahalaha falyaqul ahsibu fulanan waallahu hasibuhu wala uzakki ala allahi ahadan. in kana yalamu ".

Dari Abu Bakrah, seorang pria memuji pria lain di depan Nabi. Nabi ﷺ berkata tiga kali, "Celakalah engkau! Engkau telah memotong leher saudaramu!" Nabi ﷺ menambahkan, "Jika ada di antara kalian yang tidak bisa menghindar untuk memuji seseorang, maka hendaknya dia berkata, 'Saya mengira bahwa si fulan (adalah si fulan), dan Allah adalah yang akan menghisabnya (karena Dia mengetahui kenyataannya) dan tidak ada yang bisa mensucikan siapapun di hadapan Allah (kecuali jika dia benar-benar mengetahui tentang orang tersebut)."

Penjelasan