Bab Pembicaraan dalam Adzan
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ أَيُّوبَ، وَعَبْدِ الْحَمِيدِ، صَاحِبِ الزِّيَادِيِّ وَعَاصِمٍ الأَحْوَلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ خَطَبَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ فِي يَوْمٍ رَدْغٍ، فَلَمَّا بَلَغَ الْمُؤَذِّنُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ. فَأَمَرَهُ أَنْ يُنَادِيَ الصَّلاَةُ فِي الرِّحَالِ. فَنَظَرَ الْقَوْمُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ فَقَالَ فَعَلَ هَذَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْهُ وَإِنَّهَا عَزْمَةٌ.
Abdullah bin Al-Harith berkata: Suatu ketika pada hari yang hujan dan berlumpur, Ibn Abbas menyampaikan khotbah di hadapan kami dan ketika Mu'adhdhin mengumandangkan Adzan dan berkata, "Haiyi 'ala-s-sala(t) (datanglah untuk shalat)" Ibn Abbas memerintahkan agar dia mengatakan 'Shalat di rumahmu.' Maka orang-orang mulai saling memandang (dengan heran). Ibn Abbas berkata, "Ini dilakukan oleh seseorang yang lebih baik dari saya (yaitu Nabi صلى الله عليه وسلم atau Mu'adh-dhin-nya), dan ini adalah izin."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
