Bab Menghormati Tamu dan Melayaninya Secara Langsung
Shahih
haddatsana abdu allahi ibnu yusufa, akhbarana malikun, an saidi ibni abi saidin almaqburiyyi, an abi syurayhin alkabiyyi, anna rasula allahi qala " man kana yuminu biallahi waalyawmi alakhiri falyukrim dhayfahu, jaizatuhu yawmun walaylahun, waaddhiyafahu tsalatsahu ayyamin, fama bada dzalika fahwa shadaqahun, wala yahillu lahu an yatswiya indahu hatta yuhrijahu ". haddatsana ismailu, qala haddatsani malikun, mitslahu wazada " man kana yuminu biallahi waalyawmi alakhiri falyaqul khayran aw liyashmut ".
Dari Abu Shuraih Al-Ka'biy, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Hadiah untuknya adalah sehari semalam, dan tamu harus dilayani dengan makanan selama tiga hari, dan apa yang diberikan setelah itu dianggap sebagai sedekah. Dan tidak halal bagi tamu untuk tinggal bersama tuan rumahnya untuk waktu yang lama sehingga menyulitkannya." Dari Malik, seperti di atas (156) menambahkan, "Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."