Bab Apa yang Tidak Malu dari Kebenaran untuk Memahami Agama
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا مَرْحُومٌ، سَمِعْتُ ثَابِتًا، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسًا ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا فَقَالَتْ هَلْ لَكَ حَاجَةٌ فِيَّ فَقَالَتِ ابْنَتُهُ مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا. فَقَالَ هِيَ خَيْرٌ مِنْكِ، عَرَضَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَفْسَهَا.
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Marhum, saya mendengar Thabit, bahwa dia mendengar Anas -semoga Allah meridhainya- berkata, "Seorang wanita datang kepada Nabi ﷺ menawarkan dirinya kepadanya, lalu dia berkata, 'Apakah ada kebutuhanmu padaku?' Maka putrinya berkata, 'Betapa sedikitnya rasa malunya wanita itu.' Anas berkata, 'Dia lebih baik darimu, karena dia telah menawarkan dirinya kepada Rasulullah ﷺ.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
