Shahih Al-Bukhari · Kitab Adab · No. 6107

Bab Siapa yang Tidak Menganggap Kafir Orang yang Mengatakan Itu dengan Taktik atau Jahil

Shahih

حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ، أَخْبَرَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ مَنْ حَلَفَ مِنْكُمْ فَقَالَ فِي حَلِفِهِ بِاللاَّتِ وَالْعُزَّى‏.‏ فَلْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ‏.‏ وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ تَعَالَ أُقَامِرْكَ، فَلْيَتَصَدَّقْ ‏"‏‏.‏

Diriwayatkan dari Abu Huraira: Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa di antara kalian yang bersumpah, (sambil berkata dengan salah) dalam sumpahnya 'Demi Al-Lat dan Al-Uzza', maka hendaklah ia mengatakan, 'Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.' Dan siapa yang berkata kepada temannya, 'Ayo, mari kita berjudi,' maka ia harus memberi sesuatu sebagai sedekah (sebagai tebusan untuk dosa tersebut)."