Bab Awal Adzan
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، كَانَ يَقُولُ كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ، لَيْسَ يُنَادَى لَهَا، فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى. وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ. فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِي بِالصَّلاَةِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ ".
Diriwayatkan dari Ibn Umar: Ketika para Muslim tiba di Madinah, mereka biasa berkumpul untuk shalat dan memperkirakan waktu untuk itu. Pada masa itu, praktik Adzan untuk shalat belum diperkenalkan. Suatu ketika mereka membahas masalah ini mengenai panggilan untuk shalat. Beberapa orang menyarankan untuk menggunakan lonceng seperti orang Kristen, yang lain mengusulkan terompet seperti tanduk yang digunakan oleh orang Yahudi, tetapi Umar adalah yang pertama kali menyarankan agar seorang laki-laki memanggil (orang-orang) untuk shalat; maka Rasulullah (ﷺ) memerintahkan Bilal untuk berdiri dan mengumandangkan Adzan untuk shalat.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
