Bab Akhlak yang Baik, Dermawan, dan Apa yang Diharamkan dari Kikir
Shahih
haddatsana amru ibnu awnin, haddatsana hammadun huwa abnu zaydin an tsabitin, an anasin, qala kana annabiyyu ahsana annasi waajwada annasi waasyjaa annasi, walaqad fazia ahlu almadinahi dzata laylahin fanthalaqa annasu qibala asshawti, fastaqbalahumu annabiyyu qad sabaqa annasa ila asshawti wahwa yaqulu " lan turau, lan turau ". wahwa ala farasin labi thalhaha urin ma alayhi sarjun, fi unuqihi sayfun faqala " laqad wajadtuhu bahran ". aw " innahu labahrun ".
Telah menceritakan kepada kami Amru bin Aun, telah mengabarkan kepada kami Hammad -yaitu Ibn Zaid- dari Thabit, dari Anas, ia berkata: "Nabi ﷺ adalah sebaik-baik manusia, paling dermawan, dan paling berani. Suatu malam, penduduk Madinah merasa takut (karena suara). Maka orang-orang pergi ke arah suara itu, tetapi Nabi ﷺ telah pergi ke arah suara itu sebelum mereka, dan beliau menemui mereka sambil berkata: 'Jangan takut, jangan takut.' (Pada saat itu) beliau menunggang kuda milik Abu Talhah yang tidak bersaddle, dan di lehernya terdapat pedang. Nabi ﷺ berkata: 'Aku menemukannya seperti lautan, atau, sesungguhnya itu adalah lautan.'"