Bab Nabi Tidak Pernah Kasar dan Tidak Pernah Mengumpat
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَجُلاً، اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا رَآهُ قَالَ " بِئْسَ أَخُو الْعَشِيرَةِ، وَبِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ ". فَلَمَّا جَلَسَ تَطَلَّقَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي وَجْهِهِ وَانْبَسَطَ إِلَيْهِ، فَلَمَّا انْطَلَقَ الرَّجُلُ قَالَتْ لَهُ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ حِينَ رَأَيْتَ الرَّجُلَ قُلْتَ لَهُ كَذَا وَكَذَا، ثُمَّ تَطَلَّقْتَ فِي وَجْهِهِ وَانْبَسَطْتَ إِلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " يَا عَائِشَةُ مَتَى عَهِدْتِنِي فَحَّاشًا، إِنَّ شَرَّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ شَرِّهِ ".
Telah menceritakan kepada kami Amru bin Isa, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Sawah, telah mengabarkan kepada kami Rawh bin Al-Qasim, dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa seorang lelaki meminta izin untuk masuk menemui Nabi ﷺ. Ketika Nabi ﷺ melihatnya, beliau berkata: 'Sungguh, dia adalah saudara yang buruk dari kaumnya, dan sungguh, dia adalah anak yang buruk dari kaumnya!' Ketika lelaki itu duduk, Nabi ﷺ bersikap baik dan ramah kepadanya. Ketika orang itu pergi, Aisyah berkata kepada Nabi: 'Wahai Rasulullah, ketika engkau melihat lelaki itu, engkau berkata demikian dan demikian tentangnya, kemudian engkau bersikap baik dan ramah kepadanya, dan engkau menikmati kehadirannya?' Rasulullah ﷺ menjawab: 'Wahai Aisyah! Pernahkah engkau melihatku berbicara dengan bahasa yang buruk dan kotor? (Ingatlah) bahwa orang yang paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan oleh manusia karena takut akan keburukannya.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
