Bab Rahmat kepada Manusia dan Hewan
Shahih
haddatsana ismailu, haddatsani malikun, an sumain, mawla abi bakrin an abi shalihin assammani, an abi hurayraha, anna rasula allahi qala " baynama rajulun yamsyi bithariqin asytadda alayhi alathasyu, fawajada biran fanazala fiha fasyariba tsumma kharaja, faidza kalbun yalhatsu yakulu attsara mina alathasyi faqala arrajulu laqad balagha hadza alkalba mina alathasyi mitslu adzi kana balagha bi, fanazala albira famala khuffahu, tsumma amsakahu bifihi, fasaqa alkalba, fasyakara allahu lahu faghafara lahu ". qalu ya rasula allahi wainna lana fi albahaimi ajran. faqala " fi kulli dzati kabidin rathbahin ajrun ".
Diriwayatkan dari Abu Hurairah: Rasulullah ﷺ bersabda, "Ketika seorang lelaki berjalan di jalan, ia sangat kehausan. Kemudian ia menemukan sebuah sumur, ia turun ke dalamnya, minum (dari airnya) dan kemudian keluar. Sementara itu, ia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan menjilati tanah karena kehausan yang berlebihan. Lelaki itu berkata dalam hatinya, 'Anjing ini menderita dari keadaan haus yang sama seperti yang aku alami.' Maka ia turun ke dalam sumur (lagi) dan mengisi sepatunya (dengan air) dan memegangnya di mulutnya dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya atas perbuatan itu dan mengampuninya." Orang-orang bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah ada pahala bagi kami dalam melayani hewan?" Ia menjawab, "(Ya) Ada pahala dalam melayani setiap makhluk hidup."