Penjelasan Hadits Bukhari No. 6009 tentang Pahala memberi minum hewan yang haus

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita bahwa kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah, termasuk hewan, adalah amalan yang sangat agung di sisi Allah. Bahkan, memberi minum seekor anjing yang kehausan bisa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa seseorang. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah dan betapa besarnya nilai sebuah kebaikan, sekecil apa pun bentuknya, jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Adab, Bab Rahmat kepada Manusia dan Hewan, nomor 6009, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Dalil dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya' [21]: 107)

Ayat ini menunjukkan bahwa risalah Nabi Muhammad ﷺ adalah rahmat bagi seluruh alam, termasuk hewan dan makhluk lainnya. Sifat rahmat ini harus tercermin dalam akhlak dan perilaku umatnya.

Hadits terkait:

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari jalur periwayatan yang sama. Ini menunjukkan kesepakatan para ulama akan keshahihan hadits ini.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Al-Adab (Kitab Adab) dan membuat bab khusus "Bab Rahmat kepada Manusia dan Hewan". Ini menunjukkan perhatian besar beliau terhadap adab dan akhlak mulia ini. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam syarahnya terhadap hadits-hadits pilihan seringkali menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa berbuat baik kepada hewan adalah bagian dari keimanan dan akhlak seorang muslim.

Penjelasan Rinci

Hadits yang agung ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Kisah Sahabat Terdahulu: Kisah ini menceritakan seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil (umat sebelum kita) yang sangat kehausan. Setelah minum dari sebuah sumur, ia melihat seekor anjing yang kehausan dan menjilat-jilat tanah karena lidahnya kering. Laki-laki itu merasakan empati yang mendalam karena ia merasakan sendiri betapa dahsyatnya haus itu. Ia pun turun kembali ke sumur, mengisi sepatu kulitnya dengan air, lalu memegangnya dengan mulutnya (karena tangannya sibuk memanjat) untuk memberi minum anjing tersebut.
  2. Makna "Syakara Allahu lahu" (Allah berterima kasih kepadanya): Para ulama, termasuk Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa "syukur" dari Allah kepada hamba-Nya berarti Allah menerima amalannya, memujinya, dan memberikan balasan yang berlipat ganda. Dalam hadits ini, balasan yang Allah berikan adalah ampunan atas dosa-dosanya. Ini adalah keutamaan yang sangat besar.
  3. Pahala pada Setiap Makhluk Hidup: Ketika para sahabat bertanya, "Apakah kita mendapat pahala dalam berbuat baik kepada hewan?" Rasulullah ﷺ menjawab dengan tegas, "Pada setiap makhluk yang memiliki hati yang basah (hidup) terdapat pahala." Ini adalah kaidah umum yang sangat luas. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menekankan bahwa syariat Islam datang untuk menyempurnakan akhlak, termasuk berbuat baik kepada semua makhluk ciptaan Allah.
  4. Perbedaan dengan Perbuatan Maksiat: Perlu dipahami, kisah ini adalah tentang seorang laki-laki yang diampuni dosanya karena satu perbuatan baik. Ini tidak berarti seseorang yang bergelimang dosa lalu memberi minum hewan, otomatis diampuni tanpa taubat. Para ulama seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa amal kebaikan bisa menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa kecil, dan bisa juga menjadi sebab Allah memberikan taufik untuk bertaubat. Namun, dosa besar tetap memerlukan taubat yang khusus. Kisah ini lebih menekankan pada keutamaan kasih sayang dan bagaimana Allah memuliakan hamba-Nya yang memiliki sifat rahmat.
  5. Adab terhadap Hewan: Hadits ini juga mengajarkan adab yang indah. Hewan adalah makhluk Allah yang tidak bisa berbicara. Mereka tidak bisa meminta tolong. Maka, seorang mukmin yang sejati adalah yang peka terhadap penderitaan makhluk lain. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya banyak membahas tentang rahmat dan kasih sayang sebagai inti dari ajaran Islam, dan hadits ini adalah salah satu bukti terkuatnya.

Story Telling

Dari hadits ini, kita bisa mengambil hikmah dari kisah seorang laki-laki yang tidak disebutkan namanya. Ia bukanlah seorang nabi, mungkin juga bukan seorang yang alim. Namun, karena satu dorongan hati yang bersih dan penuh kasih sayang, ia mendapatkan ampunan dari Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah menyebutkan bahwa perbuatan laki-laki ini menunjukkan kecerdasan dan keikhlasan. Ia tidak hanya melemparkan air dari atas, tetapi ia turun sendiri ke dalam sumur, mengisi sepatunya, dan membawanya naik dengan mulutnya. Ini menunjukkan kesungguhan dan pengorbanan dalam berbuat kebaikan. Ia tidak merasa gengsi untuk berbuat baik kepada seekor anjing, yang dalam pandangan sebagian orang adalah hewan yang hina. Namun, di mata Allah, kebaikan hatinya lebih mulia daripada segala bentuk kesombongan.

Hikmahnya: Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Bisa jadi, sebuah kebaikan yang kita anggap sepele, seperti memberi makan kucing atau memberi minum hewan, menjadi sebab Allah mencintai kita dan mengampuni dosa-dosa kita.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Tumbuhkan Rasa Empati: Latihlah hati kita untuk merasakan penderitaan makhluk lain, baik manusia maupun hewan. Jangan menjadi pribadi yang acuh tak acuh.
  2. Jangan Remehkan Kebaikan Kecil: Jangan pernah menunda atau meremehkan perbuatan baik, sekecil apa pun. Memberi minum hewan, menyingkirkan duri dari jalan, atau tersenyum kepada saudara adalah amalan yang bernilai di sisi Allah.
  3. Ikhlas karena Allah: Lakukanlah semua kebaikan semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang. Keikhlasanlah yang mengangkat nilai sebuah amalan.
  4. Berbuat Baik kepada Semua Makhluk: Jadikanlah hadits ini sebagai prinsip hidup. Berbuat baiklah kepada semua makhluk Allah, karena pada setiap makhluk yang hidup terdapat pahala.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?