Bab Rahmat Anak dan Mencium serta Memeluknya
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ تُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ فَمَا نُقَبِّلُهُمْ. فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " أَوَ أَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ ".
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Sufyan, dari Hisham, dari Urwah, dari Aisyah -semoga Allah meridhainya- berkata: Seorang Badui datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Apakah kalian mencium anak-anak? Kami tidak mencium mereka." Nabi ﷺ bersabda, "Apakah aku dapat menguasai hatimu setelah Allah mencabut rasa kasih sayang darinya?"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
