Bab Larangan Shalat Sebelum Matahari Terbenam

HR. Al-Bukhari no. 588Shahih

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ خُبَيْبٍ، عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ صَلاَتَيْنِ بَعْدَ الْفَجْرِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ.

Cara baca (latin)

haddatsana muhammadu ibnu salamin, qala haddatsana abdahu, an ubaydi allahi, an khubaybin, an hafshi ibni ashimin, an abi hurayraha, qala naha rasulu allahi an shalatayni bada alfajri hatta tathlua assyamsu, wabada alashri hatta taghruba assyamsu.

Muhammad bin Salam menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdah menceritakan kepada kami, dari Ubaidullah, dari Khubaib, dari Hafsh bin Asim, dari Abu Huraira, ia berkata: Rasulullah ﷺ melarang dua shalat: 1. setelah shalat subuh hingga matahari terbit. 2. setelah shalat ashar hingga matahari terbenam.

Belajar nahwu 17 kata Ketuk kata Arab untuk melihat arti dan kedudukannya.

Rasulullah ﷺ melarang dua shalat: 1. setelah shalat subuh hingga matahari terbit. 2. setelah shalat ashar hingga matahari terbenam.

1/17

نَهَى

melarang

Fi'il kata kerja

Fi'il madhi, menunjukkan perbuatan larangan yang telah terjadi (dari Rasulullah).

Analisis dibantu AI.