Bab Peralatan Perak
Shahih
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana abu awanaha, ani alasyatsi ibni sulaymin, an muawiyaha ibni suwaydi ibni muqarrinin, ani albarai ibni azibin, qala amarana rasulu allahi bisabin, wanahana an sabin, amarana biiyadahi almaridhi, wattibai aljinazahi, watasymiti alathisi, waijabahi addai, waifsyai assalami, wanashri almazhlumi waibrari almuqsimi, wanahana an khawatimi addzahabi, waani assyurbi fi alfiddhahi aw qala aniyahi alfiddhahi waani almayatsiri waalqassiyyi, waan lubsi alhariri waaddibaji waalistabraqi.
Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk melakukan tujuh hal dan melarang kami dari tujuh hal. Dia memerintahkan kami untuk mengunjungi orang sakit, mengikuti prosesi jenazah, (mengucapkan) kepada orang yang bersin, (Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, jika dia berkata, Segala puji bagi Allah), menerima undangan, memberi salam (kepada semua orang), membantu yang teraniaya dan membantu orang lain untuk memenuhi sumpah mereka. Dia melarang kami untuk memakai cincin emas, minum dari peralatan perak, menggunakan Mayathir (karpet sutra yang diletakkan di pelana), memakai Al-Qissi (sejenis kain sutra), memakai sutra, Dibaj atau Istabraq (dua jenis sutra).