Bab Keringanan Nabi ﷺ dalam Wadah dan Tempat Setelah Larangan
Shahih
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي مُسْلِمٍ الأَحْوَلِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ أَبِي عِيَاضٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ لَمَّا نَهَى النَّبِيُّ ﷺ عَنِ الأَسْقِيَةِ قِيلَ لِلنَّبِيِّ ﷺ لَيْسَ كُلُّ النَّاسِ يَجِدُ سِقَاءً فَرَخَّصَ لَهُمْ فِي الْجَرِّ غَيْرِ الْمُزَفَّتِ.
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Sulaiman bin Abi Muslim Al-Ahwal, dari Mujahid, dari Abu Iyyad, dari Abdullah bin Amr - semoga Allah meridhai keduanya - ia berkata: Ketika Nabi ﷺ melarang penggunaan wadah tertentu, seseorang berkata kepada Nabi ﷺ: 'Tetapi tidak semua orang dapat menemukan kulit (wadah).' Maka beliau mengizinkan mereka untuk menggunakan kendi tanah liat yang tidak dilapisi dengan ter.