Bab Siapa yang Mendapatkan Satu Raka'at dari Shalat Ashar Sebelum Matahari Terbenam
Shahih
haddatsana abu kuraybin, qala haddatsana abu usamaha, an buraydin, an abi burdaha, an abi musa, ani annabiyyi " matsalu almuslimina waalyahudi waannashara kamatsali rajulin astajara qawman yamaluna lahu amalan ila allayli, faamilu ila nishfi annahari, faqalu la hajaha lana ila ajrika, fastajara akharina faqala akmilu baqiyyaha yawmikum, walakumu adzi syarathtu, faamilu hatta idza kana hina shalahi alashri qalu laka ma amilna. fastajara qawman faamilu baqiyyaha yawmihim hatta ghabati assyamsu, wastakmalu ajra alfariqayni ".
Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Perumpamaan orang-orang Muslim, Yahudi, dan Nasrani adalah seperti perumpamaan seorang lelaki yang menyewa pekerja untuk bekerja dari pagi hingga malam. Mereka bekerja hingga tengah hari dan berkata, 'Kami tidak memerlukan upahmu.' Maka lelaki itu menyewa pekerja lain dan berkata kepada mereka, 'Selesaikan sisa harimu dan upahmu adalah yang telah saya tetapkan (untuk kelompok pertama). Mereka bekerja hingga waktu shalat Ashar dan berkata, 'Apa yang telah kami lakukan adalah untukmu.' Dia menyewa kelompok lain. Mereka bekerja untuk sisa hari hingga matahari terbenam, dan mereka menerima upah dari kedua kelompok sebelumnya."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis