Bab Siapa yang Mendapatkan Satu Rakaat dari Shalat Ashar Sebelum Matahari Terbenam
Shahih
haddatsana abdu alazizi ibnu abdi allahi, qala haddatsani ibrahimu, ani abni syihabin, an salimi ibni abdi allahi, an abihi, annahu akhbarahu annahu, samia rasula allahi yaqulu " innama baqaukum fima salafa qablakum mina alumami kama bayna shalahi alashri ila ghurubi assyamsi, utiya ahlu attawrahi attawraha faamilu hatta idza antashafa annaharu ajazu, fauthu qirathan qirathan, tsumma utiya ahlu alinjili alinjila faamilu ila shalahi alashri, tsumma ajazu, fauthu qirathan qirathan, tsumma utina alqurana faamilna ila ghurubi assyamsi, fauthina qirathayni qirathayni, faqala ahlu alkitabayni a rabbana athayta haulai qirathayni qirathayni, waathaytana qirathan qirathan, wanahnu kunna aktsara amalan, qala qala allahu azza wajalla hal zhalamtukum min ajrikum min syain qalu la, qala fahwa fadhli utihi man asyau ".
Dari Salim bin Abdullah, ayahnya berkata: "Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Periode kalian tinggal dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya adalah seperti periode antara shalat Ashar dan terbenamnya matahari. Orang-orang Yahudi diberikan Taurat dan mereka beramal hingga tengah hari, kemudian mereka kehabisan tenaga dan diberikan satu qirat. Kemudian orang-orang Injil diberikan Injil dan mereka beramal hingga shalat Ashar, lalu mereka kehabisan tenaga dan diberikan satu qirat. Kemudian kami diberikan Al-Qur'an dan kami beramal hingga terbenamnya matahari, lalu kami diberikan dua qirat. Maka orang-orang dari kedua kitab berkata, 'Ya Tuhan kami! Engkau telah memberikan kepada mereka dua qirat dan kepada kami satu qirat, padahal kami telah bekerja lebih banyak daripada mereka.' Allah berfirman, 'Apakah Aku telah menzalimi kalian dalam hak kalian?' Mereka menjawab, 'Tidak.' Allah berfirman: 'Itu adalah karunia-Ku, Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki.'"