Bab Keutamaan Shalat Ashar
Shahih
haddatsana alhumaydiyyu, qala haddatsana marwanu ibnu muawiyaha, qala haddatsana ismailu, an qaysin, an jaririn, qala kunna inda annabiyyi fanazhara ila alqamari laylahan yani albadra faqala " innakum satarawna rabbakum kama tarawna hadza alqamara la tudhammuna fi ruyatihi, faini astathatum an la tughlabu ala shalahin qabla thului assyamsi waqabla ghurubiha fafalu ". tsumma qaraa wasabbih bihamdi rabbika qabla thului assyamsi waqabla alghurubi. qala ismailu afalu la tafutannakum.
Dari Jarir, ia berkata, "Kami bersama Nabi ﷺ dan beliau melihat bulan --bulan purnama-- dan berkata, 'Sungguh, kalian akan melihat Tuhan kalian seperti kalian melihat bulan ini dan kalian tidak akan mengalami kesulitan dalam melihat-Nya. Jadi jika kalian bisa menghindari kehilangan (karena tidur atau urusan, dll.) shalat sebelum matahari terbit (Fajr) dan shalat sebelum matahari terbenam (Ashar), maka lakukanlah.' Kemudian beliau membaca firman Allah: 'Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya.' (50.39) Ismail berkata, 'Lakukanlah shalat tersebut dan jangan sampai terlewatkan.'