Bab Apa yang Disembelih di Atas Batu dan Patung
Shahih
haddatsana mualla ibnu asadin, haddatsana abdu alazizi yani abna almukhtari akhbarana musa ibnu uqbaha, qala akhbarani salimun, annahu samia abda allahi, yuhadditsu an rasuli allahi annahu laqiya zayda ibna amriw ibni nufaylin biasfali baldahin, wadzaka qabla an yunzala ala rasuli allahi alwahu, faqaddama ilayhi rasulu allahi sufrahan fiha lahmun, faaba an yakula minha, tsumma qala inni la akulu mimma tadzbahuna ala anshabikum, wala akulu ila mimma dzukira asmu allahi alayhi.
Telah menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz - yaitu Ibnul Mukhtar - telah memberitakan kepada kami Musa bin Uqbah, ia berkata: "Telah memberitahukan kepadaku Salim, bahwa ia mendengar Abdullah, menceritakan dari Rasulullah ﷺ bahwa ia bertemu Zaid bin Amr bin Nufail di Asfal Baldah, dan itu terjadi sebelum diturunkannya wahyu kepada Rasulullah ﷺ. Maka Rasulullah ﷺ menghidangkan kepada Zaid bin Amr sebuah hidangan yang di dalamnya terdapat daging, tetapi ia menolak untuk memakannya. Kemudian ia berkata: "Sesungguhnya aku tidak makan dari apa yang kalian sembelih di atas batu altar kalian, dan aku tidak makan kecuali dari apa yang disebut nama Allah atasnya."