Bab Waktu Dhuhr saat tergelincirnya matahari
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ، عَنْ أَبِي بَرْزَةَ، كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي الصُّبْحَ وَأَحَدُنَا يَعْرِفُ جَلِيسَهُ، وَيَقْرَأُ فِيهَا مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى الْمِائَةِ، وَيُصَلِّي الظُّهْرَ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ، وَالْعَصْرَ وَأَحَدُنَا يَذْهَبُ إِلَى أَقْصَى الْمَدِينَةِ ثُمَّ يَرْجِعُ وَالشَّمْسُ حَيَّةٌ، وَنَسِيتُ مَا قَالَ فِي الْمَغْرِبِ، وَلاَ يُبَالِي بِتَأْخِيرِ الْعِشَاءِ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ. ثُمَّ قَالَ إِلَى شَطْرِ اللَّيْلِ. وَقَالَ مُعَاذٌ قَالَ شُعْبَةُ ثُمَّ لَقِيتُهُ مَرَّةً فَقَالَ أَوْ ثُلُثِ اللَّيْلِ.
Diriwayatkan Abu Al-Minhal: Abu Barza berkata, "Nabi (ﷺ) biasa shalat Fajr ketika seseorang bisa mengenali orang yang duduk di sampingnya (setelah shalat) dan ia biasa membaca antara 60 hingga 100 ayat (surat) Al-Qur'an. Ia biasa shalat Dhuhr segera setelah matahari tergelincir (di tengah hari) dan shalat 'Asr pada waktu ketika seseorang bisa pergi dan kembali dari tempat terjauh di Madinah dan mendapati matahari masih panas. (Perawi lupa apa yang dikatakan tentang Maghrib). Ia tidak keberatan menunda shalat 'Isya hingga sepertiga malam atau tengah malam."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
