Bab Seorang Mukmin Makan dalam Satu Usus
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ وَاقِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ كَانَ ابْنُ عُمَرَ لاَ يَأْكُلُ حَتَّى يُؤْتَى بِمِسْكِينٍ يَأْكُلُ مَعَهُ، فَأَدْخَلْتُ رَجُلاً يَأْكُلُ مَعَهُ فَأَكَلَ كَثِيرًا فَقَالَ يَا نَافِعُ لاَ تُدْخِلْ هَذَا عَلَىَّ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " الْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ ".
Nafi' berkata: "Ibn Umar tidak pernah mengambil makanan kecuali seorang miskin dipanggil untuk makan bersamanya. Suatu hari saya membawa seorang miskin untuk makan bersamanya, orang itu makan terlalu banyak, maka Ibn Umar berkata, 'Wahai Nafi'! Jangan biarkan orang ini masuk ke rumahku, karena saya mendengar Nabi ﷺ berkata, 'Seorang mukmin makan dalam satu usus (puas dengan sedikit makanan), dan seorang kafir (non percaya) makan dalam tujuh usus (makan banyak)."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
