Bab Roti Tipis dan Makan di Atas Meja
Shahih
haddatsana muhammadun, akhbarana abu muawiyaha, haddatsana hisyamun, an abihi, waan wahbi ibni kaysana, qala kana ahlu assyami yuayyiruna abna azzubayri yaquluna ya abna dzati annithaqayni. faqalat lahu asmau ya ibunaa innahum yuayyirunaka biannithaqayni, hal tadri ma kana annithaqani innama kana nithaqi syaqaqtuhu nishfayni, faawkaytu qirbaha rasuli allahi biahadihima, wajaaltu fi sufratihi akhara, qala fakana ahlu assyami idza ayyaruhu biannithaqayni yaqulu ihan waalilah. tilka syakahun zhahirun anka aruha.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad, telah mengabarkan kepada kami Abu Muawiyah, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari ayahnya, dan dari Wahb bin Kaisan, ia berkata: "Orang-orang Syam mencemooh Abdullah bin Az-Zubair dengan memanggilnya 'Anak Dhatin-Nataqain' (wanita yang memiliki dua ikat pinggang). (Ibunya) Asma berkata kepadanya, 'Wahai anakku! Mereka mencemoohmu dengan 'Nataqain'. Apakah engkau tahu apa itu Nataqain? Itu adalah ikat pinggangku yang aku bagi menjadi dua bagian. Aku mengikat kantong air Rasulullah ﷺ dengan salah satunya, dan dengan yang lainnya aku mengikat wadah makanannya.'"