Bab Siapa yang Menceraikan dan Apakah Seorang Suami Menghadapi Istrinya dengan Talak
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي غَلاَّبٍ، يُونُسَ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ قُلْتُ لاِبْنِ عُمَرَ رَجُلٌ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهْىَ حَائِضٌ. فَقَالَ تَعْرِفُ ابْنَ عُمَرَ إِنَّ ابْنَ عُمَرَ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهْىَ حَائِضٌ فَأَتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَأَمَرَهُ أَنْ يُرَاجِعَهَا فَإِذَا طَهُرَتْ فَأَرَادَ أَنْ يُطَلِّقَهَا فَلْيُطَلِّقْهَا، قُلْتُ فَهَلْ عَدَّ ذَلِكَ طَلاَقًا قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ عَجَزَ وَاسْتَحْمَقَ.
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal, telah menceritakan kepada kami Hammam bin Yahya, dari Qatadah, dari Abi Ghallab, Yunus bin Jubair, ia berkata: "Aku bertanya kepada Ibn 'Umar, 'Seorang lelaki menceraikan istrinya saat dia sedang haid.' Ia berkata, 'Tahukah kamu Ibn 'Umar? Ibn 'Umar menceraikan istrinya saat dia sedang haid. Lalu 'Umar pergi kepada Nabi (ﷺ) dan menyebutkan hal itu kepadanya. Nabi (ﷺ) memerintahkannya untuk merujuknya kembali, dan ketika dia telah suci, jika dia ingin menceraikannya, silakan dia ceraikan.' Aku bertanya, 'Apakah itu dihitung sebagai talak?' Ia berkata, 'Bagaimana jika dia tidak berdaya dan menjadi bodoh?'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
