Bab Larangan Seorang Pria Menyendiri dengan Wanita Kecuali Bersama Mahram
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا عَمْرٌو، عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ ". فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَاكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا. قَالَ " ارْجِعْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ ".
Dari Ibn Abbas, Nabi (ﷺ) bersabda, "Tidak boleh seorang pria menyendiri dengan seorang wanita kecuali di hadapan Dhu-Muhram." Seorang pria berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah! Istriku telah keluar untuk melaksanakan Haji dan aku telah terdaftar (dalam pasukan) untuk kampanye yang demikian dan demikian." Nabi (ﷺ) bersabda, "Kembalilah dan laksanakan Haji bersama istrimu."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
